“Mereka memperkosaku seperti ini !”

Artikel ini ditujukan untuk setiap muslim yang masih memiliki darah mengalir di nadinya

Nadia adalah salah satu korban tentara Amerika di penjara Abu Ghraib. Dia ditangkap tanpa alasan. Ketika dia dibebaskan dari penjara, tidak langsung kembali ke pangkuan keluarganya sebagaimana kebanyakan tahanan lainnya yang telah mengalami hal buruk, meskipun ketika dia telah terbakar oleh api penindasan dan kerinduan pada keluarganya.

Nadia kabur dengan segera setelah dia meninggalkan penjara, bukan karena perasaan malu yang akan diterimanya karena sejumlah kejahatan yang dilakukannya, akan tetapi karena apa yang telah dialami olehnya dan wanita Iraq lain yang tertangkap, yaitu pemerkosaan dan penyiksaan yang dilakukan oleh tentara Amerika di penjara Abu Ghraib. Dinding penjara mengungkapkan banyak cerita tragis, namun apa yang dikisahkan Nadia merupakan kebenaran hidup dan sekaligus neraka hidup.

Nadia memulai ceritanya: Baca selebihnya »

SOAL UJIAN INTERNET

1.    Browsing ke blog : www.pasomika.wordpress.com

Masuk ke page Lalu Lalang Mahasiswa, isikan data diri anda pada kotak komentar seperti Nama, No.BP, Jurusan, Tempat/Tgl.Lahir, Alamat serta Komentar anda terhadap saya.

Nilai : C

2.    Buat email di : www.gmail.com

Kirimkan email anda ke: sulthan.fauzanazima@gmail.com yang nantinya pada kotak pesan berisi data lengkap tentang biodata anda Seperti :Nama, No.BP, Jurusan, Tempat/Tgl.Lahir, No. Telp/HP, Alamat dan satu file sisipan tentang “up to you”.

Nilai : B

3.    Buatlah sebuah blog di : www.wordpress.com

a.     Searching  salah satu artikel dibawah ini, lalu anda analisa dan kembangkan dengan gaya bahasa anda sendiri “Ingat: Jangan Copy-Paste”, tentang :

  1. Penemuan Mutakhir Para Tokoh Muslim Dari Masa Lalu Sampai Sekarang
  2. Sistem Ekonomi Islam
  3. Sistem Ekonomi Liberal
  4. Sistem Pendidikan Islam
  5. Kebudayaan Barat Versus Kebudayaan Islam
  6. Islam Sebagai Ideologi
  7. Kebangkitan Hakiki
  8. Jalan Menuju Iman
  9. Qada dan Qadar
  10. Hari Akhir
  11. Asmaul Husna
  12. Sistem Administrasi Dalam Islam
  13. Sistem Pergaulan Pria Dan Wanita Dalam Islam
  14. Pergaulan Bebas
  15. Bahaya Sekularisme, Pluralisme Dan Liberalisme
  16. Pentingnya Baitul Mal
  17. Zakat
  18. Teknologi, Sains Dalam Pandangan Islam
  19. Pendidikan Anak Usia Dini
  20. Narkoba Bencana Besar
  21. Korupsi Haram
  22. Hukum Bergabung Dalam MLM
  23. Menurut Islam Demokrasi haram, Benarkah?
  24. Demokrasi Tidak Ada Unsur Kesamaannya Dengan Islam
  25. Syari’ah dan Khilafah
  26. Makna Jihad dan Terorisme
  27. Sejarah Para Khalifah
  28. Sejarah Ideologi Sosialisme-Komunisme
  29. Sejarah Ideologi Kapitalisme
  30. Islam Memuliakan Para Muslimah
  31. Pakaian Muslimah Di Era Sekarang
  32. Menikah Disaat Masih Kuliah, Siapa Takut?
  33. Pemuda Dambaan Ummat
  34. Futuhat Versus Penjajahan
  35. Perkembangan Islam Di Eropa
  36. Gamis, Baju-Rok, Baju-Celana; Pilih Mana?
  37. Sekularisme Akar Masalah Dari Kehidupan Ummat Islam
  38. Cyber Crime
  39. Cyber Porn
  40. Cyber Law

b.    Kemudian tampilkan minimal 2 informasi:

1 file tentang diri anda sendiri (biografi), dan file kedua tentang informasi yang telah anda edit tersebut.

c.     Kemudian pada header blog masukkan foto anda masing-masing.

d.     Browsing lagi ke www.pasomika.wordpress.com pada halaman lalu lalang mahasiswa, informasikan bahwa anda telah menyelesaikan ujian internetnya sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan yaitu dengan mencantumkan Nama, No BP, Jurusan, Nama E-Mail dan Nama Blog.

Nilai : A

Ingat Batas Akhir Waktu Ujian Anda!!!

Pada Hari SENIN, Tgl 18 Juli 2011, Jam 04.00 pm.

Selamat Ujian

Hari dan Waktu Akhir Ujian Internet Finish…

Idries De Vries : Kemerdekaan Belanda Berkat Bantuan Khilafah Utsmaniyah

HTI-Press. Belanda terkenal dengan sikap ‘anti Islam’. Hal ini ditunjukkan dengan beberapa kasus pelecehan terhadap Islam dan Rasulullah Muhammad SAW. Tindak pelecehan bukan hanya dilakukan oleh masyarakatnya namun pemerintah Belanda juga seolah-olah ‘merestui’ tindakan tersebut karena tidak ada tindakan tegas. Bahkan justru berlindung dibalik ‘kebebasan berpendapat’. Kenapa masyarakat Belanda mempunyai sikap seperti itu? Apakah selama ini Belanda tidak ada hubungan dengan Islam sehingga seolah-olah tidak mengenal Islam sama sekali? Untuk menjawab pertanyaan di atas, redaksi alwaie (Rusydan dan gus uwik) mewawancara Idries De Vries, aktivis Islam dari Belanda. Berikut petikannya.

Negeri Belanda dikenal sebagai negeri yang mentoleransi sikap “anti-islam”. Bagaimana reaksi muslim di negerimu terhadap pelecehan atas Nabi Muhammad (seperti kasus kartun Denmark dan ‘Fitnah’nya Geert Wilder)? Apakah sikap ‘anti-Islam’ adalah sudut pandang yang umum ditemukan pada masyarakat Belanda? Baca selebihnya »

Kitab Aljabar, Karya Fenomenal Matematikus Agung

Sejatinya kitab ini berjudul al-Kitab al-mukhtasar fi hisab al-gabr wa’l-muqabala. Dalam bahasa Inggris kitab ini dikenal sebagai “The Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing”. Kitab peletak dasar matematika modern itu biasa pula disebut Hisab al-jabr wal-muqabala. Kitab ini merupakan karya seorang ilmuwan Muslim pada abad ke-9 M yang sangat monumental.

Adalah Muhammad Ibnu Musa al-Khawarizmi sang penulis kitab matematika itu. Matematikus Muslim asal Persia itu merampungkan kitab yang sangat populer dan menjadi rujukan para ahli matematika sepanjang zaman itu pada  820 M. Berkat kitab inilah, dunia matematika modern mengenal istilah Aljabar.  Aljabar berasal dari bahasa Arab al-gabr yang berarti ”pertemuan” atau ”hubungan.”

Aljabar merupakan cabang matematika yang dapat dicirikan sebagai generalisasi dan perpanjangan aritmatika. Aljabar juga merupakan nama sebuah struktur aljabar abstrak, yaitu aljabar dalam sebuah bidang.  Carl B. Boyer dalam karyanya bertajuk “The Arabic Hegemony”: A History of Mathematics, mengungkapkan,  Kitab Aljabar karya Khawarizmi menguraikan perhitungan yang lengkap dalam memecahkan akar positif  polynomial persamaan sampai dengan derajat kedua. Baca selebihnya »

Dokumen Penting Hubungan Nusantara dengan Khilafah

Sejarah Islam Nusantara saat ini sangat susah mendapatkan bukti otentik bahwa benar adanya bahwa Nusantara adalah wilayah ke Khalifahan Islam. Sangat susah menemukan buku-buku sejarah mengungkap hal ini seolah-olah sengaja menghilangkan fakta ini. Tapi sejarah yang benar pasti akan terungkap. Berikut bukti otentik yang dapat membuktikan hal tersebut. Bukti ini berupa surat resmi dari sultan Aceh Alauddin Mahmud Syah kepada Khalifah Abdul Aziz dari ke-khalifahan Turki Usmani, berikut isi suratnya;

“Sesuai dengan ketentuan adat istiadat kesultanan Aceh yang kami miliki dengan batas-batasnya yang dikenal dan sudah dipunyai oleh moyang kami sejak zaman dahulu serta sudah mewarisi singgasana dari ayah kepada anak dalam keadaan merdeka. Sesudah itu kami diharuskan memperoleh perlindungan Sultan Salim si penakluk dan tunduk kepada pemerintahan Ottoman dan sejak itu kami tetap berada di bawah pemerintahan Yang Mulia dan selalu bernaung di bawah bantuan kemuliaan Yang Mulia almarhum sultan Abdul Majid penguasa kita yang agung, sudah menganugerahkan kepada almarhum moyang kami sultan Alaudddin Mansursyah titah yang agung berisi perintah kekuasaan. Baca selebihnya »

Haram Berdiam Diri Dari Menegakkan Khilafah Dengan Alasan Menunggu Imam Mahdi

Dalam kitab “Masâil Fiqhiyyah Mukhtârah”, cetakan kedua (2008), karya Syaikh Abu Iyas Mahmud Abdul Lathif bin Mahmud (Uwaidhah), terdapat jawaban atas pertanyaan seputar Imam Mahdi dan aktivitas untuk menegakkan Khilafah. Mengingat pentingnya masalah ini, maka tulisan ini kami persembahkan kepada para pengunjung situs agar semua dapat mengambil faedah darinya, in sya’ Allah, jika Allah SWT berkehendak.

Pertanyaannya: Tidak sedikit di antara kaum Muslim—khususnya mereka yang masih kental dengan kehidupan beragama—yang menyakini bahwa Khilafah akan kembali tegak. Dan Khilafah yang akan tegak kembali itu adalah Khilafah ‘ala minhaji an-nubuwah, Khilafah yang sesuai dengan metode kenabian, yang mereka maksudkan dengan itu adalah Khilafah Rasyidah. Namun, aku tidak melihat mereka itu melakukan aktivitas untuk menegakkan Khilafah ini. Apabila mereka ditanya tentang alasan mengapa mereka berdiam diri (tidak melakukan) aktivitas menegakkan Khilafah, maka mereka menjawab bahwa Imam Mahdi-lah kelak yang akan menegakkannya. Dan sebelum datangnya Imam Mahdi, Khilafah tidak akan pernah tegak. Oleh karena itu, tidak perlu menyeru mereka untuk beraktivitas menegakkan Khilafah. Sehingga, pertanyaannya: Apakah Khilafah akan tegak secara nyata; dan apakah Imam Mahdi yang akan menegakkannya? Baca selebihnya »

Kholifah Harun ar-Rasyid , Rela Diperintah Ulama

Dia pun rela diperintah oleh ulama meskipun saat itu dia adalah kepala negara yang disegani.

Tidak ada yang menyangkal keberanian Harun ar-Rasyid. Sikapnya yang begitu berani kepada Nakfur hingga kini menghiasi sejarah umat Islam. Tetapi, di balik sikapnya yang terkenal sangat pemberani, dia pun luluh di hadapan ulama. Bahkan, dia datang bersama kedua anaknya ke Madinah, sengaja untuk mendengarkan Imam Malik mengajarkan kitabnya, al-Muwattha’.

Ketika sampai di Madinah, al-Barmaki, salah seorang pembantu (wazir)-nya, menghadap Imam Malik dan berkata kepada dia, “Bawakanlah kitab yang Anda karang kepadaku, hingga aku bisa membacakannya dari Anda kepada baginda.” Baca selebihnya »

Serafeddin Sabuncuoglu Ahli Anestesi Masa Turki Usmani

Pemikiran Serafeddin berpengaruh besar bagi kemajuan kedokteran dunia.

Suasana keilmuan di Amasya memberi pengaruh tersendiri bagi Serafeddin Sabuncuoglu. Daerah yang berada Anatolia Tengah memang dikenal sebagai pusat ilmu, perdagangan, dan seni. Lingkungan yang sarat tradisi keilmuan seakan membawanya larut di dalamnya. Ia merambah ke dalam luasnya ilmu kedokteran.

Kemampuannya kian terasah saat ia bergabung dengan rumah sakit di Amasya yang dibangun pada 1308 Masehi oleh Pemerintah Turki Usmani. Selama 14 tahun berpraktik di sana, Serafeddin telah melakukan sejumlah operasi pada tubuh manusia. Lalu, merintis teknik sterilisasi, analgesi atau menahan rasa sakit, dan anastesi atau pembiusan. Baca selebihnya »

Apa Itu Khilafah?

  • Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia. Khilafah bertanggung jawab menerapkan hukum Islam, dan menyampaikan risalah Islam ke seluruh muka bumi. Khilafah terkadang juga disebut Imamah; dua kata ini mengandung pengertian yang sama dan banyak digunakan dalam hadits-hadits shahih.
  • Sistem pemerintahan Khilafah tidak sama dengan sistem manapun yang sekarang ada di Dunia Islam. Meskipun banyak pengamat dan sejarawan berupaya menginterpretasikan Khilafah menurut kerangka politik yang ada sekarang, tetap saja hal itu tidak berhasil, karena memang Khilafah adalah sistem politik yang khas.
  • Khalifah adalah kepala negara dalam sistem Khilafah. Dia bukanlah raja atau diktator, melainkan seorang pemimpin terpilih yang mendapat otoritas kepemimpinan dari kaum Muslim, yang secara ikhlas memberikannya berdasarkan kontrak politik yang khas, yaitu bai’at. Tanpa bai’at, seseorang tidak bisa menjadi kepala negara. Ini sangat berbeda dengan konsep raja atau dictator, yang menerapkan kekuasaan dengan cara paksa dan kekerasan. Contohnya bisa dilihat pada para raja dan diktator di Dunia Islam saat ini, yang menahan dan menyiksa kaum Muslim, serta menjarah kekayaan dan sumber daya milik umat. Baca selebihnya »

Kehormatan Muslimah di Mata Kholifah Al-Mu’tashim

Ada qadhiyyah mashiriyyah lain dalam sejarah kekehilafahan al-Mu’tashim, yang hingga kini masih dikenang oleh umat Islam. Kisah penaklukan kota Amuriyyah, yang nota benemerupakan kota terpenting bagi imperium Romawi, selain Konstantinople.

      Al-Qalqasyandi, dalam kitabnya, Ma’atsiru al-Inafah, menjelaskan salah satu sebab penaklukan kota itu pada tanggal 17 Ramadhan 223 H. Diceritakan, bahwa penguasa ‘Amuriyah, salah seorang Raja Romawi, telah menawan wanita mulia keturunan Fathiman -Radhiya-Llahu ‘anha. Wanita itu disiksa, lalu berteriak, “Wahai Mu’tashim!” Raja Romawi pun berkata kepadanya, “Tidak akan ada yang membebaskanmu, kecuali menaiki bebarapa Balaq (kuda yang mempunyai warna hitam-putih).” Jeritan itu pun sampai kepada Khalifah al-Mu’tashim, lalu dia mengomando pasukannya untuk mengendarai kuda Balaq. Dia pun keluar, memimpin di depan pasukannya, dengan 4.000 Balaq, tiba di ‘Amuriyah dan menaklukkannya. Dia membebaskan wanita mulia tersebut, dan berkata, “Jadilah saksi untukku di depan kakekmu (Nabi Muhammad SAW), bahwa aku telah datang untuk membebaskanmu. Dengan memimpin pasukanku, yang terdiri dari 4.000 Balaq.”   Baca selebihnya »

Daulah Abbasiyah: Al-Mustanshir, Khalifah Pemberani

Ia adalah khalifah Bani Abbasiyah ke-36 (1226-1242 M). Buku-buku sejarah mengabadikannya dengan nama Al-Mustanshir Billah atau Abu Ja’far. Nama aslinya Manshur bin Azh-Zhahir Biamrillah. Dia dilahirkan pada Shafar 588 H. Ibunya seorang mantan budak berasal dari Turki.

Dia dilantik menjadi khalifah setelah ayahnya meninggal pada Rajab 623 H. Al-Mustanshir dikenal sebagai pribadi yang senantiasa menyebarkan keadilan di tengah rakyatnya. Ia memutuskan suatu perkara dengan adil. Dia dekat dengan orang-orang berilmu. Baca selebihnya »

Kelompok Pro Yahudi di Indonesia Makin Berani

Mereka sengaja memunculkan orang-orang yang kerap tampil provokatif menyuarakan kepentingan Yahudi di media massa. Sementara di balik orang-orang tersebut, ada tokoh-tokoh lain yang bisa jadi sangat berbahaya dan memainkan peranan penting bagi keberlangsungan lobi zionis di Indonesia.

Setelah Indonesia Israel Public Affair Comitte (IIPAC), sebuah lembaga lobi Yahudi di Indonesia yang bergerak dalam bidang politik-sosial-ekonomi, dilaunching secara resmi di sebuah tempat di Jakarta Selatan pada 29 Januari 2010, kini masih di sebuah tempat yang dirahasiakan di wilayah Jakarta Selatan, kelompok pro Yahudi di Indonesia akan mengadakan acara “Peringatan ke-63 Hari Kemerdekaan Israel”. Baca selebihnya »

Jangan Biarkan Kartini Menangis

Mungkin kita kerap mendengar ungkapan, kalau wanita cantik berbuat salah, para pria bilang ‘nobody is perfect.’ Tapi kalau yang berbuat salah perempuan jelek, langsung dicap “pantas…tampangnya saja kriminil!” Ya, punya predikat cantik memang menguntungkan. Bahkan ketika berbuat salah pun tetap ‘dibela’. Luna Maya, meski terlibat skandal mesum dengan Ariel, kini sudah eksis lagi. Masyarakat seolah sudah memaafkannya. Di dunia kriminal, dulu kita pernah dikagetkan dengan ulah ratu ekstasi Zarima Mirafsur. Tapi, tak lama masyarakat juga melupakannya. Sekeluar dari penjara, bukan dikucilkan, malah laris dapat tawaran sinetron. Belakangan ada Malinda Dee yang “sukses” menjebol Citibank. Label “cantik dan seksi” di usia 47, membuat MD jadi artis dadakan. Baca selebihnya »

Dia Yang Menggetarkan dan Menyempurnakan

Merangkai kata-kata menjadi suatu kalimat yang bermakna tidaklah lebih sulit jika dia ada disaat kita benar-benar butuh akan dia.  Untaian kata demi untaian kata sudah kucoba untuk merangkainya, namun sekali lagi tidaklah menjadi sebuah kalimat yang bermakna  yang akan dihargai dengan kesenangan dan kebahagiaan akan kepuasan pikiran dan hati yang begitu mendalam. Akan Menjadi Apa Kalimat Ini Jika Tidak Ada Dia Disisiku.

Lalu kucoba lagi merangkai untaian kata yang menurutku itu sudah begitu indah, namun juga belum punya makna yang bisa menggetarkan hatiku yang keras ini dengan harapan akan kesempurnaan itu dapat melintasiku dengan indahnya alunan musik jazz yang melodinya mampu menemtramkan perasaan sipejuang kesempurnaan, tapi kalau dibandingkan dengan alunan irama bacaan alquran sicantikku nomer satu deh dia kuyakin itu. Waduh… jadi bingung nih, gimana kalau kutambahin aja seuntai syairnya karya kahlil Gibran, kayaknya lebih menyentuh nantinya. Kukeluarkan sedaya  upaya dan seribu titik semangat untuk merangkai kalimat itu, tapi mengapa sewaktu berada di titik nadir kalimat itu, aku terhenti, seperti ada yang kurang rasanya???

Pertanyaan berantai selalu mengikutiku satu persatu hingga aku terhenti di pertanyaan “mengapa dan bagaimana jika dia tidak lagi ada bersamamu disaat aku benar-benar membutuhkan dia?”.

Diantara yang ada, dia adalah yang tidak pernah melawan dan membantah, dia begitu setia, dia dari awalnya sungguh indah dan cantik luar biasa walau tak dapat kita pungkiri, tidak ada yang sempurna kecuali Allah swt yang maha sempurna yang marajai alam semesta, makhluk dan materi. Ketika pertama kuamati dan kulihat penuh dengan pandangan harapan, akankah nuansa itu mampu menggetarkanku. Tapi dia sudah tidak ada lagi disini, menemaniku disaatku benar-benar butuh akan dia hadir.

Masih menjadi pertanyaan besar, dimana dia sekarang, kubutuhkan kamu, tak akan pernah sempurna kalimat ini karena kekacauan yang bagitu besar akan bahasa yang banar akan terjadi, dimana, sungguh sekarang ku sangat butuhkan kamu kamus bahasa arabku??? dimana kusimpan kemaren ya… kok aku bisa lupa begini ya.. Alhamdulillah istri tersayang dan tercintaku datang membawa kamus yang baru..

makasih umi sayang.. abi cintakan umi

Tergeleng-geleng di Jerusalem

Kerjasama sudah lama terjalin. Bahkan sudah saling mengunjungi.

 Rabu, 2 Juni 2010. Dua hari pasca penyerangan pasukan Komando Angkatan Laut Zionis Israel kepada armada kebebasan, Freedom Flotilla, menuju Gaza, Palestina, Surya Fachrizal, wartawan Hidayatullah.com yang juga salah satu korban serangan terbangun dari tidurnya di Rumah Sakit Rambam, Haifa, wilayah Palestina yang dijajah Zionis. Seorang lelaki bule gemuk berkaus polo warna merah menyapa. “Hai, nama saya Steve,” ujarnya ramah. Steve datang didampingi dua orang berseragam putih bergaris biru dari Magen David Adom (Bintang David Merah, semacam palang merahnya Israel). Sambil melihat-lihat keadaan Surya yang masih terlilit selang-selang infus dan kabel pasca operasi, ia bertanya, “Bagaimana keadaan Anda?” Surya menjawab singkat, “Baik.” Kemudian Steve bercerita, beberapa hari sebelumnya ia baru saja tiba dari Jakarta. Dirinya sengaja datang untuk memastikan keadaan Surya. “Sepekan saya di Jakarta. Saya sudah kontak dengan kementerian kesehatan Indonesia, dengan dr Rustam. Begitu keadaan Anda baik, kami akan mengurus kepulangan Anda,” kata Steve. Baca selebihnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 91 pengikut lainnya.